Polyvore
Lately, I've been thinking about starting a fashion blog. but the problem is my knowledge about the fashion world is minimum. besides, I have to prepare anything and everything.
well, as I said long ago, I am being a fashion addict because of Gossip Girl. blame Serena van der Woodsen! blame Blair Waldorf!
wish me luck for my newest project!
Chiao! xoxo
tega! sumpah tega banget!!! aaaaa tegaaaaaaaaaaa. gue gak tahu itu ada apa sama otak si pembuat kebijakan, bisa-bisanya bikin sesuatu yang dianggap "kebijakan" semacam ini. apakah anda tidak tahu seberapa besar peran film asing bagi kelangsungan bioskop-bioskop di Indonesia? apakah anda sebegitu tidak sudinya melihat film-film asing dan lebih memilih untuk menonton film-film karya anak Indonesia yang seringkali memiliki tema yang tidak pantas untuk dipertunjukkan? heloooooo! selama ini bioskop laku karena para penikmat film asing. selama ini karyawan 21 dapet gaji karena orang-orang yang menonton film asing.
oke, jadi untuk menilai kasus ini kita sebaiknya melihat sisi baik-buruknya. dan karena yang bisa saya pikirkan saat ini hanyalah sisi buruknya, mari kita bahas sisi buruknya -__-
- bisnis dvd bajakan akan semakin laris manis. tahukah anda klo sesuatu yang bajakan itu lebih mudah didapatkan? sekarang kita gak perlu nunggu berbulan-bulan untuk dapet dvd film dengan kualitas gambar yang memuaskan. justru dvd bajakan lebih dahulu muncul, mudah didapatkan, dan harganya murah. atau klo gamau repot beli dvd nya kita bisa kok langsung download film di internet. kita semua (apalagi yang pecinta film) pasti gamau ketinggalan mengetahui perkembangannya. dan karena itulah kita akan dipaksa mengkonsumsi dvd bajakan demi film-film yang sudah tidak bisa kita nikmati lagi di bioskop.
- bioskop akan kehilangan sebagian besar penontonnya. seperti yang kita ketahui bahwa selama ini sebagaian alasan orang yang datang untuk pergi menonton film di bioskop adalah demi film-film hollywood terbaru. antrian panjang seringkali terlihat di bioskop setiap kali release nya most anticipated movie seperti Harry Potter dan Twilight karena setiap orang berlomba untuk menjadi yang pertama kali menyaksikan film-film tersebut. sekarang, ketika tidak adanya film-film asing tersebut, saya rasa kita tidak akan lagi melihat antrian panjang dan ekspresi tidak sabar dari orang-orang yang datang ke bioskop tersebut.
- bioskop akan kekurangan stok film berkualitas. film Indonesia itu temanya monoton. gak akan jauh dari tipe tipe film seperti "Tali Pocong Perawan", "Air Terjun Pengantin", "Arwah Goyang Karawang", dan berbagai judul film 'horor' lainnya. masa kita mau ngeliat daftar film yang diputer di boskop itu temanya sama: film horror porno (oh atau film porno yang ada unsur horrornya). mungkin ini akan jadi suatu peluang bagi sineas film Indonesia untuk meningkatkan produksi film, tapi apakah mereka sanggup meningkatkan produksi sekaligus meningkatkan kualitas film kalau selama ini yang kita lihat justru kualitas itu semakin menurun? harus diakui apabila dulu film-film Indonesia sempat berada pada posisi kualitas yang cukup memuaskan. tapi sekarang film-film itu hanya menjual gambar-gambar tidak senonoh dengan tema yang serupa. dari acara yang saya tonton pagi ini juga saya mengambil kesimpulan bahwa para penulis naskah film Indonesia harus membatasi imaginasinya karena keterbatasan dana. Indonesia belum sanggup menampilkan film yang membutuhkan tekhnik-tekhnik komputer canggih seperti yang ditampilkan Avatar atau Harry Potter karena itu sangat membutuhkan uang yang tidak sedikit. sekarang, bagaimana kualitas film bisa berkembang jika ide untuk film itu harus dibatasi?
- kita akan jadi seperti India. yak, India itu terkenal sekali dengan Shah Rukh Khan nya. eh bukan itu yang saya maksud. maksud saya adalah India memiliki banyak sekali film dalam negeri. dan tema film India itu sama, tiap lima menit sekali pasti ada tarian dan nyanyian (-_-). yak kita akan kebanyakan film dengan tema serupa. tapi India saat ini sudah bisa meningkatkan kualitas filmnya, walaupu film favorite saya tetap film-film jadul seperti Kuch Kuch Hota Hai, Mohabbatein, dan Kabhi Kushi Kabhi Gham. tapi coba lihat sekuel film Koi Mil Gaya nya India yang punya efek bagus atau film-film action nya Shah Rukh Khan. apakah Indonesia bisa jadi seperti itu? tapi sepertinya Petualangan Sherina, Eiffel I'm In Love, Nagabonar Jadi 2 akan tetap menjadi film-film favorite saya.
well, yang jelas saya sangat kecewa dengan keputusan ini. bagaimana nanti nasib saya? apakah saya akan datang lagi ke bioskop untuk menonton film? bagaimana nasib Harry Potter dan Twilight? bagaimana nasib fans-fans yang selama ini menantikan film-film tersebut? KALIAN MENGHANCURKAN HATI KAMI!!!! masa kita harus pergi ke negara orang demi menonton film? TEGAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA :'''(((
at last, I hope this wouldn't end forever. #IndonesiaWantsHollywoodMovie
Chiao! xoxo
hai hello heyo hiya!!!
sebelum memulai inti postingan kali ini, gue cuma mau bilang klo sebenernya sekarang gue harusnya lagi belajar -___- yak! rencana kemaren, saat gue berniat belajar seharian untuk hari jum'at BATAL TAL TAL seperti biasanya. alasannya adalah: gue baru aja download game baru, jadi... ya you know lah -,-. niat mengerjakan pr pun terbengkalai, baru dikerjain 1/4 nya. baguuuuuuuus banget --"
oke jadi gue mau cepet menyelesaikan postingan ini, lalu mencoba belajar.
ini semua dimulai ketika seperti biasanya gue ngecek source web tentang abang. dan seperti biasanya juga, gue pasti ngecek video interview (karena gue seneng banget liat abang ngomong -_-) dan gue tidak sengaja menemukan sebuah video yang bikin kejang-kejang. blom ngeliat aja gue udah tau klo ini video bakalan bikin gue kejang-kejang. bingung? jangan bingung. ini semua ada hubungannya sama si kakak,
daripada gue ribet ngejelasin, mending tonton sendiri aja ya hehehe
Hari ini adalah tanggal 30 januari... dan 2 hari yang lalu (katanya) Marvin abis ngerayain anniversary yang ke6. Dan sebagai fans yang pura-pura baik, saya akan mengucapkan HAPPY 6TH ANNIVERSARY FOR YOU BOTH. I WISH THAT YOU’LL GET THE GUIDANCE SOON (tetep aja ada maksud terselubung -___-). Tapi sejujurnya, gue udah pasrah lah sama gimana takdir mereka nanti. Gak ada alasan untuk melarang mereka berdua, untuk jadi ‘anti Marvin’. Emang siapa gue? Toh itu hak mereka berdua untuk memilih.
Chiao! xoxo
![]() | |||||
| it is cute how Blair always wears her ruby ring (Nate gave it to her) when they were dating, and sewed her heart pin in Nate's sweater. I just love it. |
Blair: What are you doing here, Nate?
Nate: Well, I, um... Look, you know, after rehearsal I just, uh, I couldn't stop thinking about you. I mean, the ball's something we've talked about doing together since we were, like ten years old. And I've given you every reason to hate me.
Blair: True. Keep going.
Nate: And the Prince, he's a great dancer and all. But, is there any chance you'd go with me instead? For old times' sake.
Blair: Nate, after what you pulled on my birthday, the only thing we should be doing together is moving on.
Nate: Yeah, I know. (pause) Look, I haven't worn this sweater since forever. I just pulled it off, and I found this. (shows Blair the heart pin)
Blair: It's my pin. I sewed it there so you would always have my heart on your sleeve.
Nate: I know. I figured you might want it back or something.
Blair: No! It was a gift. (considers Nate's offer) The Prince will understand. Maybe we should go to the ball together... as friends.
Nate: Absolutely.
Blair: But only as friends.
Nate: Just friends.
Chuck: I didn't say forever. Just until the sight of the two of you together doesn't turn my stomach.
Blair: And when will that be?
Chuck: Only time will tell, I'm afraid. So unless you want dear Nathaniel to know how you lost your virginity with me in the back of a moving vehicle, I encourage patience and restraint.
Blair: Isn't there someone else you can torture?
Chuck: Probably, but I choose you.
Nate: Lost? Do you remember when you used to make us watch your favorite movies over and over again? Like Tiffany’s and Holiday. It used to drive me nuts.
Blair: This is a pep talk.
Nate: Well I finally asked you why you like watching movies you’ve already seen. And you know what you said?
Blair: ‘I like knowing how things are going to turn out.’
Nate: Exactly. Well growing up I never knew who I was supposed to be. So I’d spend all my time apologizing for the privilege and the wealth and the opportunities I felt other people deserved more than I did. Well you know what I finally learned? You can’t fight against who you are. And you are Blair Waldorf.
Blair: What happened to the Nate Archibald who just wanted to get high and play Halo?
Nate: I don’t know. Well I better head inside. [stands up]
Blair: Nate. Don’t forget your jacket.
Nate Thank you. [he leaves]


















