Polyvore
aku tersenyum menatap luasnya hamparan samudera yang membentang di depan mataku. ini menyenangkan. aku bisa merasakan deburan pelan ombak dibawah kakiku, kehangatan sinar matahari senja menyentuh kulitku, tiupan angin yang menerpa wajahku dan menerbangkan rambutku.
apakah ini semua nyata?
benarkah aku berdiri disini sekarang? di tempat yang dulunya hanya ada dalam imaginasiku? di tempat yang selalu aku mimpikan setiap kali mataku tertutup? aku masih tidak percaya. bahkan semua bukti-bukti yang telah kudapatkan ini masih tidak bisa meyakinkanku.
aku mendesah ketika merasakan kehadiran seseorang di sampingku. seseorang itu melingkarkan lengannya di pinggangku. aku tetap bergeming. sentuhan ini tidak akan pernah membuatku terkejut. ini adalah sentuhan yang akan selalu kukenali, bahkan di malam yang paling gelap sekalipun.
"kau membuatku menunggu lama." kataku sambil tetap mengarahkan pandangan ke depan
ia berbisik di telingaku, dan aku bisa merasakan hangat napasnya "maafkan aku. kau tahu betapa menjengkelkannya semua orang itu. mereka bahkan tidak membiarkanku pergi dan menemui istriku lebih awal." aku terkejut mendengar sebutan itu karena belum terbiasa.
aku menolehkankan kepalaku untuk melihatnya. dan di sanalah dia – sedang menatapku dengan senyuman indah yang terlukis di wajahnya. inilah satu lagi alasan mengapa aku masih belum bisa mempercayai semua ini. berdiri di sini, di sampingnya. di samping seseorang yang telah ku kenal seumur hidupku. aku tidak pernah menyangka bahwa segalanya akan jadi seperti ini.
aku melingkarkan kedua lenganku pada tubuhnya dan menempelkan wajahku di dadanya, mendengarkan detak jantungnya.
"I love you," bisikku di dadanya.
"You're everything I've ever wanted. and I will never lose you again." balasnya, sambil menarikku lebih dekat dan mempererat pelukannya. aku memejamkan mata dan membiarkan diriku luruh dalam pelukannya.
*gue gak tau apa yang terjadi dengan otak gue siang ini*
Indah seperti bunga2 yang bermekaran di musim semi
Bebas seperti kupu-kupu yang keluar dari kepompong
Kuat seperti karang di lautan
Menyegarkan seperti hujan yang turun dikala terik
Menyenangkan seperti musafir yang terbebas dari padang pasir
Melegakan seperti pelaut yang selamat dari ombak di lautan
Mengharukan seperti ibu yang melihat bayi yang baru dilahirkannya
Persahabatan itu seperti rumah
Tempat yang harus kau lindungi
Tempat yang harus kau bersihkan
Tempat yang harus kau rawat
Persahabatan itu seperti rumah
Yang harus kau bangun sekokoh mungkin
Agar badai tak mampu merobohkannya
Agar gempa tak mampu menghancurkannya
Agar petir tak mampu menghanguskannya
Agar banjir tak mampu menghanyutkannya
Persahabatan itu seperti rumah
Tempat yang harus kau hias
Agar terlihat lebih indah
Agar terasa lebih nyaman
Persahabatan itu seperti rumah
Tempatmu beristirahat dikala lelah
Tempatmu bersembunyi dikala takut
Tempatmu tertawa dikala sepi
Tempatmu menangis dikala sedih
Di sanalah tempatmu berada
Bersama orang-orang yang kau sayangi
Bersama orang-orang yang kau cintai

When you smile, we'll smile with you
When you laugh, we'll have fun with you
When you afraid, we'll save you from the fear
When they blame you, we'll protect you
When the world try to against you, we'll standing in front of you to fight them
When you feel hopeless, we'll hold your hands
When you think that you're failed, we'll give you a hug and tell you it's alright
When you cry, we'll erase your tears
When you feel that your world has torn apart, we'll always be here for you
We'll never leave you
Cause that's what friends are for
Rasa ini...
Kau membuatnya terasa semakin perih
seakan akan ada air garam yg menyiram nya
Kau membuatnya terasa semakin sakit
seakan akan ada palu yg memukul nya
Aku berusaha menutup setiap luka yang membengkak
Aku berusaha menelan setiap pahit yang terasa
Aku berusaha mengubur setiap rasa sakit yg muncul
Namun tahukah kau rasa ini justru semakin dalam?
Tahukah kau rasa ini semakin menyakiti?
Membuat setiap tarikan nafas terasa begitu menyesakkan
Membuat setiap detakan jantung terasa begitu menyakitkan
Membuat setiap denyut nadi terasa begitu memilukan
Membuat setiap aliran darah terasa begitu perih
Ingin rasanya aku mengakhiri semuanya
Membuat jantungku berhenti berdetak
Membuat setiap nadiku terputus
Membekukan setiap aliran darahku
Jikalau aku sanggup...
*ini dibuat waktu aku lagi bikin sebuah fiction yg sampai saat ini belum selesai... jadi ini bukan ungkapan hati hehehe*




